Home » Artikel Internet Cerdas » Antara hobi, internet dan uang

Antara hobi, internet dan uang

Jun
26
2012
by : Team Internet Cerdas . Posted in : Artikel Internet Cerdas

Antara hobi, internet dan uang

(Oleh: Ratri Lila Prabawani)

Menggambar, memasak, menulis dan bermain musik adalah sebagian kecil dari berbagai macam hobi. Alangkah senang apabila hobi tersebut tidak sekedar menjadi pengisi waktu luang melainkan menjadi sumber penghasilan. Tak sedikit generasi muda yang kemudian memanfaatkan internet untuk melengkapi kegemaran berhobi sekaligus mencari tambahan penghasilan.


Menggambar menjadi hobi Kemala Dini (25) sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Menggambar pula yang kini mengantarkannya menjadi seorang digital artist di sebuah studio foto di Yogyakarta. Tak puas dengan penghasilannya, wanita lulusan D3 Komunikasi UGM ini memanfaatkan hobi menggambar dengan mengikuti berbagai lelang dan kompetisi desain logo di internet. Dia menyebutnya Online Logo Competition.


Wanita yang akrab dipanggil Emma ini mengaku dapat memperoleh $80-$200 untuk setiap logo. “Pernah ada yang menawarkan hadiah $300, tetapi saya tidak menang,” katanya. Emma menambahkan dalam satu bulan rata-rata dia memenangkan satu logo. Namun ada kalanya dalam sebulan dia tidak menang, bisa pula menang untuk dua logo sekaligus. Mengikuti kompetisi logo ini menyebabkan Emma semakin terasah kemampuan menggambarnya.


Selain mengikuti online logo competition Emma juga membuka lapak kecil-kecilan di forum komunitas online. Jasa yang dia tawarkan masih seputar desain. Emma mengatakan, mengikuti online logo competition jauh lebih menguntungkan daripada membuka lapak. Hal ini disebabkan karena sulit menemukan target pembeli di forum komunitas online. “Hampir tidak ada orang yang memesan desain logo di kaskus,” katanya. Bahkan bila dibandingkan dengan lomba logo, pendapatan dari forum komunitas sangat kecil. “Tiap bulan belum tentu dapat order, kalaupun dapat paling hanya berkisar Rp200.000-Rp300.000, masih dikurangi bayar pajak di kaskus” tambah Emma.


Selain itu banyaknya pedagang yang menawarkan jasa yang sama di forum komunitas menyebabkan persaingan harga yang ketat. Emma menambahkan selama ini dia hanya mempertahankan dua jalur yaitu online logo competition dan forum komunitas online. Emma tidak tertarik untuk memasarkan jasa desainnya melalui blog dan jejaring sosial. “Kecuali kalau mau jualan baju, sepatu, iklan salon apa restauran gitu baru pas dengan facebook atau blogspot,” tambahnya. Selain itu menurut Emma, target jejaring sosial adalah anak muda sehingga kurang sesuai bagi bisnis yang ia tekuni.


Bisnis online saat ini memang sedang digemari generasi muda seperti Emma. Suatu alasan penting bisnis ini dipilih karena tidak memerlukan modal yang besar. “Kalau biaya untuk membuka usaha di internet bisa dikatakan hampir tidak ada. Cuma modal modem untuk internetan 24 jam per hari untuk mengetahui perkembangan logo dan lapak kita,” katanya memberi alasan untuk menekuni bisnis online.


Sudah dua tahun terakhir Emma menyalurkan hobi menggambarnya untuk mencari uang melalui internet. Baginya internet tidak sekedar untuk bersosialisasi, tetapi juga untuk menambah informasi perkembangan desain dan tutorial desain, serta mencari gambar-gambar menarik. Internet saat ini menjadi fasilitas yang penting bagi Emma. “Bisa sih hidup tanpa internet, tapi gak mau hidup tanpa internet,” katanya.


Berbeda dengan Emma yang memanfaatkan hobi menggambarnya, Hendy Prasetyo (29) yang juga hobi menggambar lebih memilih menekuni hobi lain. Pria yang sehari-hari menekuni bisnis advertising ini memanfaatkan internet untuk berjualan diecast -sejenis mobil mainan bermerk internasional- melalui situs belanja di internet.


Awalnya pria yang akrab dipanggil Hendy ini hanya mengoleksi diecast untuk keperluan pribadi. Namun karena di berbagai situs komunitas dan jejaring sosial banyak yang mencari beberapa tipe koleksinya, dia pun mulai serius berjualan. Dipilihnya situs belanja sebagai salah satu media berjualan di samping jejaring sosial. Satu buah diecast yang dia beli dengan kisaran harga Rp20.000-Rp.22.000 per buah, satu per satu laku dijual mulai dari Rp30.000 per buah. “Bahkan saya pernah menjual hingga Rp50.000 per buah,” katanya. Hendy juga pernah menjual satu paket berisi tiga buah mobil mainan seharga Rp100.000.


Situs belanja menjadi pilihan Hendy karena memberinya keleluasaan untuk menampilkan foto koleksi diecast-nya dibanding jejaring sosial maupun blog. “Kalau blog, pembeli harus membuka arsip untuk tahu koleksi-koleksi yang saya tampilkan. Sementara di situs belanja gambar atau foto sudah teratur seperti katalog,” jelasnya. Hal itulah yang menyebabkannya hingga kini tidak memiliki blog untuk berjualan. Sementara situs belanja sudah dikelolanya sejak tahun 2009.


Namun dia menambahkan, jejaring sosial tetap dia manfaatkan untuk berjualan diecast. Meski demikian dia menilai jejaring sosial tidak seefektif situs belanja dalam berjualan. “Sulit mendapatkan segmen pembeli yang sebagian besar adalah kolektor hot wheel,” dia menjelaskan.


Hendy menambahkan, dengan situs belanja dia dapat membandingkan barang yang paling laku. Hal ini ditunjukkan dengan angka yang mengukur jumlah pengunjung suatu halaman. Sementara dengan jejaring sosial hanya dinilai melalui kolom “like” atau “tweet”, bukan jumlah yang melihat.


Meski tidak bertemu langsung dengan pembeli, bukan berarti pembeli tidak dapat menawar barang yang dia jual. Hendy mengaku sudah beberapa kali diecast-nya ditawar. “Terutama diecast yang berwujud paket. Satu paket terdiri lebih dari satu mobil mainan,” jelasnya. Tawar menawar ini terjadi dalam bentuk pesan singkat telepon seluler, telepon dan private message atau lebih dikenal dengan sebutan PM.


Sama halnya dengan Emma, Hendy memilih internet untuk menekuni hobi dan mencari tambahan penghasilan karena tidak adanya pungutan biaya. Menurut Hendy, biaya akan membengkak apabila dia membuka toko. “Sudah modal tempat, kadang masih dibebani pajak-pajak yang cukup memberatkan,” jelasnya. Sementara di situs belanja dan jejaring sosial yang dia pilih tidak terdapat pungutan biaya.


Bila Emma dan Hendy secara cerdas menekuni hobi sekaligus mencari tambahan penghasilan, Yuni Anggraeni (27) lain lagi. Warga Solo yang hobi membaca ini memanfaatkan internet untuk mencari tambahan bacaan. Yuni yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang web developer sebuah perusahaan swasta, tidak pernah lepas dari internet. “Untuk bahan menulis, karena pekerjaan saya menulis artikel yang digunakan untuk update web,” katanya.


Dalam mencari bahan pengembangan website tersebut, kerap kali Yuni menemukan cerpen, artikel atau buku yang menarik untuk dibaca. “Ya karena saya hobi membaca, saya jadi menemukan link-link untuk mengunduh bacaan bagus,” terangnya. Yuni mengaku pernah menemukan tulisan pakar kuliner Bondan Winarno tentang emas busang. Melalui internet pula dia menemukan tulisan Soe Hok Gie serta buku trilogi Ahmad Tohari.


Sedangkan untuk artikel, sebagian besar berhubungan dengan pekerjaannya yaitu artikel tentang furnitur dan kegiatan ekspor-impor. Oleh karena itu jarang dia mengunduh artikel-artikel tersebut, dia hanya mem-bookmark artikel yang dianggapnya penting atau menarik.


Yuni menambahkan selama bekerja sebagai web developer, dia menilai klien-kliennya kurang memanfaatkan internet untuk mengembangkan usaha. Padahal menurut Yuni, website mampu menjangkau pasar yang cukup potensial. “Ada beberapa yang update dengan hal-hal demikian, namun sebagian memilih untuk diserahkan kepada ahlinya seperti perusahaan saya. Mungkin terkendala waktu,” jelas Yuni.


Baik Emma, Hendy maupun Yuni ketiganya adalah generasi muda yang mampu memanfaatkan internet untuk menekuni hobi. Bahkan untuk mendapatkan tambahan penghasilan, khususnya Emma dan Hendy. Mereka hanya sebagian kecil dari kaum muda yang secara cerdas menggunakan internet bagi kepentingan yang bijak.

Mau berlangganan artikel ? masukan nama dan email anda

Leave a Reply

Komunitas ICI
Situbondo - Jawa Timur - Indonesia
Hubungi Kami: 0823-0234-0456
Copyright © 2009-2015
Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better